Thursday, 10 December 2015

Hasil Survei Popularitas Kanmusu (Per Fall 2015) - Kategori "Destroyer"

Pertama-tama, ucapan terima kasih layak blogger ucapkan kepada para partisipan survei popularitas kanmusu yang diadakan sejak awal bulan November 2015 sampai dengan pertengahan bulan yang sama pula. Berkat keikutsertaan kalian semua, survei kali ini mendapatkan suara yang cukup banyak dibandingkan dengan survei yang sama pada tahun lalu.

Survei ini pada dasarnya membagi semua kanmusu ke dalam 8 kategori besar: Destroyer, Light Cruiser (termasuk Training Cruiser dan Torpedo Cruiser), Heavy Cruiser (termasuk Aviation Cruiser), Battleship, Aircraft Carrier (baik Light, Standard, maupun Armored Aircraft Carrier dijadikan satu kategori), Submarine, Seaplane Tender, dan Auxilliary Ship.

Masing-masing kategori memiliki dua poin pertanyaan, dimana partisipan survei berhak memilih 2 atau 3 kelas kapal yang paling disukai dan juga berhak memilih (serta harus HANYA) 1 kanmusu dari masing-masing kelas yang dipilih di pertanyaan sebelumnya. Sedangkan, tiga kategori kanmusu terakhir yang disebutkan di atas yang memiliki sedikit kanmusu di dalamnya, hanya memiliki satu poin pertanyaan saja.

Oleh karena itu, jika partisipan tidak sengaja atau tidak memperhatikan atau tidak memahami arahan pertanyaan tersebut dan menjawab dua atau lebih nama kanmusu yang ada di kelas yang sama dalam satu kategori (misalnya, Sendai-class = Sendai, Naka, & Jintsuu), maka yang akan dimasukkan dalam perhitungan voting adalah nama pertama saja (dalam kasus di atas, Sendai saja yang masuk hitungan). Tentu saja, jika hanya menyebutkan satu nama kanmusu saja namun berulang-ulang kali sampai capslock anda jebol, tetap hanya terhitung 1 poin vote saja.

Satu catatan lagi, para kanmusu yang bisa dipilih di survei kali ini tidak memasukkan kapal-kapal baru yang menjadi clearing reward maupun special drop di event Fall 2015. Sehingga, kanmusu-kanmusu rilisan baru seperti Graf Zeppelin, Hagikaze, Arashi, dan Kashima tidak bisa dipilih oleh para partisipan.

Postingan kali ini akan mengumumkan hasil survei untuk kategori Destroyer. Pada kategori ini, terdapat dua pertanyaan dimana pada pertanyaan pertama partisipan berhak memilih hingga tiga KELAS DESTROYER yang tersedia, dan pada pertanyaan kedua partisipan hanya bisa menyebutkan satu NAMA DESTROYER saja untuk masing-masing kelas yang dipilih di pertanyaan sebelumnya. Tanpa berpanjang kata lagi berikut adalah hasil survei popularitas para kanmusu yang ada di kategori ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------
KATEGORI KELAS 
DESTROYER TERFAVORIT

#1. "SHIRATSUYU-CLASS"

(dari kiri ke kanan) Yuudachi, Shigure, Suzukaze, Murasame, Samidare, Harusame, Shiratsuyu
Sebagai salah satu kelas yang memiliki beberapa kanmusu yang dapat diandalkan dalam pertarungan, maupun yang diperlukan untuk branching rules di event baru-baru ini, Shiratsuyu-class sepertinya memang sangat pantas memegang posisi jawara untuk kategori "Kelas Destroyer Terfavorit" dengan perolehan suara yang sangat jauh di atas pesaing-pesaingnya, yaitu 186 suara atau mencapai 56% dari total suara yang masuk khusus untuk poin pertanyaan ini.

Shiratsuyu-class sendiri merupakan sebuah kelas destroyer milik IJN yang terbilang sangat aktif berpartisipasi dalam Perang Dunia 2 dan terdiri dari 10 kapal. Berdasarkan proyeksi rencana strategis maritim IJN, Shiratsuyu-class diciptakan dan didesain untuk menemani kekuatan tempur utama Kekaisaran Jepang dan dapat bertarung baik di pertarungan siang maupun malam dengan spesialisasinya di penyerangan torpedo melawan Angkatan Laut Amerika Serikat yang sudah menembus jauh ke Samudera Pasifik  Walaupun mereka termasuk salah satu kelas kapal destroyer terkuat di dunia pada saat itu, tidak ada satu pun yang bertahan hidup sampai akhir Perang Dunia 2.

Di game Kantai Collection sendiri, sudah sembilan gadis kapal yang dimunculkan oleh pihak developer. Mereka adalah Shiratsuyu, Shigure, Murasame, Yuudachi, Harusame, Samidare, Umikaze, Kawakaze, dan Suzukaze. Bagi para admiral sendiri, sepertinya kelas ini memang penuh dengan para gadis kapal yang termasuk sangat love-able bagi semua kalangan. Jadi, siapa di antara mereka bersembilan yang sudah memenangkan cincin darimu, admiral?


 #2. "AKATSUKI-CLASS"

(dari depan ke belakang) Akatsuki, Hibiki/Верный, Ikazuchi, Inazuma
Mereka memang mempunyai sifat, perawakan, dan ekspresi yang imut abis bagi para admiral. Namun sepertinya itu tidak cukup untuk mereka dapat menjadi jawara di kategori ini dan harus puas dengan peringkat runner-up dengan perolehan 120 suara atau 36,1% dari total suara yang masuk.

Setelah beberapa tahun berselang semenjak IJN mengoperasikan para destroyer Fubuki-class mereka akhirnya mengumumkan kebutuhan unit tambahan sebanyak empat destroyer lagi. Namun, kali ini yang mempunyai spesifikasi kecepatan maksimum 39 knots, daya jelajah 7400 km pada kecepatan 14 knots, dan dipersenjatai dengan torpedo Tipe 8. Para destroyer ini aslinya akan dioperasikan bersama dengan para kapal penjelajah baru sebagai bagian dari program IJN yang akan memberikan mereka kemampuan serta kualitas terbaik yang dapat bersaing dengan kapal-kapal dunia yang lebih modern.

Akatsuki-class juga disebut sebagai Fubuki-class Tipe III, dan oleh karenanya bisa dibilang mereka semua adalah keluarga besar yang jauh. Dan keempat Akatsuki-class yang ada di dunia nyata telah menjadi gadis kapal juga semuanya di Kantai Collection: Akatsuki, Hibiki, Ikazuchi, dan Inazuma. Namun sampai akhir, hanya Hibiki yang berhasil bertahan hidup sampai akhir Perang Dunia 2. Untuk anda para penggemar loli, atau pun yang ingin adik perempuan yang unyu-unyu, keempat gadis ini sangat cocok untuk anda! 


#3. "KAGEROU-CLASS"

(dari kiri ke kanan, depan ke belakang) Urakaze, Hamakaze, Isokaze, Shiranui, Maikaze, Tanikaze, Nowaki, Kagerou, Arashi, Akigumo, Kuroshio, Hagikaze, Yukikaze, Tokitsukaze, Hatsukaze, Amatsukaze

"Makan nggak makan, yang penting kumpul!", sepertinya cocok untuk menggambarkan prestasi yang diperoleh oleh para gadis kapal ini. Meskipun gagal meraih posisi pertama, Kagerou-class berhasil masuk ke dalam Big-3 untuk kategori ini dengan perolehan suara 115 suara atau 34,6% dari total suara yang masuk.

Pada saat diperkenalkan, para destroyer ini disebut sebagai destroyer paling mematikan yang pernah berlayar, dikarenakan oleh torpedo "Long Lance"-nya yang memiliki jarak tembak dan daya hancur yang luar biasa. Hanya ketiadaan radar saja yang menjadi kelemahan desain mereka yang sudah sangat bagus. Para destroyer ini pada awalnya memiliki persenjataan anti kapal selam dan anti pesawat yang tidak memadai. Namun kelemahan ini kelak juga akan ditutupi dengan dipasangnya banyak bom laut dan peluncurnya, serta senapan anti pesawat laras 25 mm sebagai ganti dicopotnya salah satu meriam utama di belakang.

Situasi perang yang berlarut-larut sangat tidak menguntungkan mereka, dengan hanya satu kapal (Yukikaze) yang tersisa sampai akhir Perang Dunia 2. Enam diantaranya tenggelam karena serangan udara, lima karena serangan kapal selam, lima karena pertempuran biasa, satu karena ranjau laut, dan sisanya gabungan antara ranjau laut dan serangan udara.

Di game Kantai Collection sendiri, sudah enam belas gadis kapal yang dimunculkan oleh pihak developer dari total 19 kapal yang seharusnya ada. Mereka adalah Kagerou, Shiranui, Kuroshio, Hatsukaze, Yukikaze, Amatsukaze, Tokitsukaze, Urakaze, Isokaze, Hamakaze, Tanikaze, Nowaki, Arashi, Hagikaze, Maikaze, dan Akigumo. Mau tawuran dengan abyssal? Jadikan mereka sekutumu!


 #4. "AKIZUKI-CLASS"

Akizuki & Teruzuki
Terbilang sebagai salah satu kelas destroyer yang paling 'mitos' dan paling 'asin', dua bersaudari ini nampaknya harus bangga karena meskipun mereka sedikit yang memiliki tapi banyak yang mengidolakan mereka. Dengan perolehan suara sebesar 72 suara atau 21,7% dari total suara yang masuk, Akizuki-class berhasil menempati urutan keempat mengungguli sembilan kelas destroyer yang lain.

Akizuki-class merupakan salah satu generasi destroyer baru yang utama milik IJN setelah tahun 1942. Mereka didesain untuk bertarung dengan kapal-kapal kecil, pesawat tempur, dan kapal selam. Mirip dengan Fubuki-class, Akizuki-class sendiri mempunyai dua sub-class yaitu Fuyutsuki-class dan Michitsuki-class. Akizuki-class sendiri dikenal dengan istilah Project Number 51 dan terdiri dari tujuh kapal.

Mereka bisa disebut sebagai salah satu kelas destroyer yang paling berguna selama Perang Dunia 2, dan sangat diperhitungkan serta sangat dihormati di lingkungan IJN sendiri. Mereka mempunyai senapan multi-fungsi 3,9-inch (100mm) Type 98 pada keempat meriam laras ganda nya. Mereka juga merupakan kapal perang Jepang pertama yang dilengkapi dengan radar. Torpedo yang mereka bawa lebih ringan dibandingkan kelas destroyer yang lain, namun untuk mengkompensasinya, mereka mempunyai persenjataan anti pesawat yang terkuat sepanjang sejarah Jepang di Perang Dunia 2.

Di game Kantai Collection sendiri, baru dua gadis kapal yang dimunculkan oleh pihak developer. Dan untuk mendapatkan mereka berdua pun, para admiral terkadang harus rela bersakit-sakit hati dahulu dan berdarah-darah dulu (baik untuk urusan dompet di dunia nyata maupun resources di game-nya) karena begitu sulitnya mendatangkan mereka ke pangkalan. Mereka adalah Akizuki dan Teruzuki. Jika anda ingin melihat musuh Aircraft Carrier jadi mandul dan impoten seketika, bawalah mereka berdua dalam armadamu!


 #5. FUBUKI-CLASS

(dari kiri ke kanan) Hatsuyuki, Miyuki, Isonami, Fubuki, Shirayuki, Murakumo
"Gadis yang biasa-biasa saja sekali pun, memiliki pesonanya yang unik dan tersendiri!". Jargon yang sepertinya dan sesekali bisa kita dengar dari teman-teman penggemar Visual Novel (kebanyakan jangan-jangan pencinta eroge?) ini, bisa dikatakan terbukti benar karena salah satu kelas destroyer yang satu ini berhasil meraih posisi lima besar dengan perolehan 66 suara atau 19,9% dari total suara yang masuk.

Fubuki-class merupakan salah satu kelas destroyer terbesar milik Kekaisaran Jepang, dengan total 24 kapal, dan digambarkan sebagai kapal destroyer modern pertama di dunia. Kelahiran mereka membawa sebuah standar baru untuk sebuah kapal destroyer, tidak hanya untuk Jepang, namun juga bagi seluruh dunia. Pada saat Inggris dan Amerika masih hanya bisa memasang persenjataan ringan dan biasa di kapal destroyer mereka, Fubuki-class sudah dapat membawa persenjataan yang lebih besar dan kuat, juga lebih besar dan lebih cepat daripada yang lain. Dan mereka tetap terbukti sebagai kapal yang patut diperhitungkan sampai dengan akhir Perang Dunia 2, meskipun mereka lebih tua dan ketinggalan zaman daripada musuh-musuhnya.

Kelas ini sendiri terbagi menjadi tiga tipe: Tipe I (Fubuki-class), Tipe II (Ayanami-class), dan Tipe III (Akatsuki-class). Dan, dari 10 destroyer yang ada di Tipe I, baru dirilis 6 gadis kapal di game Kantai Collection sendiri: Fubuki, Shirayuki, Hatsuyuki, Miyuki, Murakumo, dan Isonami. Walaupun mereka sering disebut sebagai gadis kapal yang plain (dan sebenarnya sih... memang plain...), mereka tetap akan berjuang sekuat tenaga untuk memberikanmu kemenangan!


*) Urutan setelah BIG-5 ini adalah sebagai berikut:

#6. Shimakaze-class (52 suara atau 15,7% dari total suara yang masuk)
#7. Mutsuki-class (41 suara atau 12,3% dari total suara yang masuk)
#8. Ayanami-class (37 suara atau 11,1% dari total suara yang masuk)
#9. Yuugumo-class (29 suara atau 8,7% dari total suara yang masuk)
#10. Hatsuharu-class (24 suara atau 7,2% dari total suara yang masuk)
#11. Asashio-class (11 suara atau 3,3% dari total suara yang masuk)
#12. Type 1934-class (10 suara atau 3,0% dari total suara yang masuk)
#13. Maestrale-class (9 suara atau 2,7% dari total suara yang masuk)
     
 --------------------------------------------------------------------------------------------
KATEGORI KANMUSU 
DESTROYER TERFAVORIT

#1. SHIGURE

Para gadis kapal Shiratsuyu-class sepertinya pantas dinobatkan sebagai salah satu master race terbaik yang pernah dimiliki oleh Kantai Collection. Jika pada sub kategori sebelum ini Shiratsuyu-class menempati urutan pertama, maka salah satu gadis yang termasuk suka membuat para admiral mbaper dengan kisah tragisnya bersama Armada Nishimura ini berada di puncak sub kategori "Kanmusu Destroyer Tervaforit" dengan total perolehan 43 suara atau 10,14% dari total suara yang masuk.

Shigure (arti: hujan gerimis/rintik-rintik) merupakan anak kedua dari kesepuluh bersaudari Shiratsuyu-class dan juga merupakan senior pendahulu dari para Asashio-class. Lahir pada 18 Mei 1935, ia merupakan salah satu dari dua destroyer IJN yang memiliki reputasi sebagai kapal yang "beruntung" atau "tak dapat ditenggelamkan", karena dirinya selalu berhasil keluar sebagai survivor di berbagai pertempuran yang sengit. Bahkan, reputasinya pun terdengar sampai ke telinga keluarga Kaisar Jepang dan mereka sangat menghargainya. Kapten Takeuchi Hara, yang merupakan komandannya, juga merupakan satu-satunya komandan destroyer yang masih hidup sampai berakhirnya Perang Dunia 2.

Sejak masa-masa penyerangan ke Pearl Harbor, Shigure telah banyak banyak berpartisipasi dalam berbagai misi yang sangat beragam jenisnya di berbagai belahan Samudera Pasifik dan Asia Tenggara, diantaranya yang terkenal adalah: Battle of the Coral Sea, Battle of Midway, First Naval Battle of Guadalcanal, Battle of Vella Gulf, Battle of Horaniu, Battle of Vella Lavella, Battle of Empress Augusta Bay, Battle of the Philiphine Sea, Battle of Leyte Gulf dan Battle of Surigaou Strait. FYI, Shigure juga pernah beroperasi di Tarakan dan Balikpapan sebagai pengawal konvoi kapal-kapal tankers.

Meskipun dijuluki sebagai kapal yang "beruntung", Shigure akhirnya harus menerima takdirnya tewas di Teluk Siam, 260 km sebelah timur Kota Bharu, Malaysia oleh serangan torpedo USS Blackfin pada tanggal 25 Januari 1945.

Profil selengkapnya ada di sini


#2. "HIBIKI / Верный"


Mengikuti tren yang sudah diciptakan oleh Shigure, jika Akatsuki-class menempati posisi kedua pada kategori "Kelas Destroyer Terfavorit" maka Hibiki atau Verniy menjadi perwakilan untuk kelas tersebut untuk mendapatkan posisi runner-up di kategori "Kanmusu Destroyer Terfavorit" dengan total perolehan 35 suara atau 8,25% dari total suara yang masuk.

Hibiki (arti: gema suara) merupakan anak kedua dari empat bersaudari Akatsuki-class, sekaligus juga merupakan saudari jauh Fubuki dan Ayanami karena statusnya sebagai salah satu sub-class Fubuki-class. Lahir pada 16 Juni 1932, ia harus menunggu kelahiran dua adiknya terlebih dahulu sebelum mereka berempat membentuk Divisi Destroyer 6. Tidak ada satu pun aktivitas perang yang dilakukannya sebelum Perang Dunia 2.

Beberapa operasi militer dan tempat-tempat dimana ia turut serta di dalamnya selama PD2 adalah: Battle of Malaya, Battle of the Philiphines, Aleutian Campaign, evakuasi personel di Kepulauan Kiska, perlindungan konvoi personel dari Shanghai ke Truk dan Rabaul, perlindungan konvoi tanker di Balikpapan, Singapura, dan Truk, dan pengawalan Aircraft Carrier Hiyou, Ryuuhou, dan Chiyoda di Pasifik Barat dan Hindia Belanda. Battle of the Philiphine Sea merupakan teater peperangan terbesarnya, yang nantinya diikuti dengan misi pengawalan konvoi dua kapal yang berujung pada serangan kapal selam yang melukainya dan membuatnya harus dirawat di Pangkalan Kure sampai akhir perang.

Nasibnya setelah itu adalah diserahkan kepada Uni Soviet sebagai hadiah perang, dan mengabdi untuk negara tersebut sampai dengan delapan tahun kemudian. Namanya pun mengalami perubahan dua kali: Верный (Verniy = Faithful/Bisa Dipercaya) dan Декабрист (Dekabrist = mengacu pada Revolusi Dekabrist). Pada 20 Februari 1953, ia diberhentikan total dari tugasnya dan pensiun (baca: dibesituakan).


#3. "YUUDACHI"


"Poi, poi, poi~!!" Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya oleh banyak admiral bahwa gadis kapal yang satu ini akan menempati posisi yang cukup tinggi untuk kategori ini dengan total perolehan 31 suara atau 7,31% dari total suara yang masuk.

Yuudachi (arti: hujan badai yang mendadak di senja hari) merupakan anak keempat dari kesepuluh bersaudari Shiratsuyu-class, dan juga merupakan penerus dari para Hatsuharu-class. Lahir pada 21 Juni 1936, ia merupakan destroyer yang terkenal dengan julukan The Nightmare of Solomon. Gelar itu ia dapatkan karena pada saat Battle of Solomon, ia menggagalkan upaya armada Amerika Serikat untuk mencegat grup misinya di perairan tersebut dengan menembus garis pertahanan mereka seorang diri di tengah badai laut dahsyat untuk menciptakan kebuntuan taktis bagi armada Amerika, sehingga rekan-rekannya bisa mundur dan lari dari medan pertempuran.

Akhiran "~poi" (seems like, atau mungkin/seperti/tampaknya) yang sering diucapkannya di game maupun anime sebenarnya juga berasal dari sejarah itu. Tidak ada yang tahu dengan pasti atau tidak ada catatan sejarah yang pasti tentang prestasi yang diciptakannya selama operasi di daerah Guadalcanal. Pada dasarnya itu adalah medan perang yang sangat kacau dan membingungkan, sehingga tidak ada yang tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi. Karena bahkan sampai sekarang pun apa yang dicapainya, apa yang diperbuatnya, masih diperdebatkan oleh para sejarawan dan pengamat militer maritim terus sampai sekarang, maka imbuhan "~poi" pun disematkan untuk menjadi salah satu karakteristik uniknya sebagai gadis kapal.

Beberapa perang yang telah dilaluinya selama Perang Dunia 2 adalah: Battle of Tarakan, Battle of the Java Sea (Battle of the Surabaya Sea), Battle of Midway, Battle of the Santa Cruz Islands, dan Battle of Solomon (First Naval Battle of Guadalcanal) dimana ia tewas di sana pada 13 November 1942.

Profil selengkapnya ada di sini.


#4. "FUBUKI"


Sambutlah keberhasilan sang tokoh utama kita semua di kategori ini! Yorokobe, teitoku-tachi! Gadis kapal yang menurut setting official gamenya merupakan pengagum rahasia Fusou dan Yamashiro ini, berhasil meraih peringkat keempat dengan total perolehan 22 suara atau 5,19% dari total suara yang masuk.

Lahir pada tanggal 15 November 1927, Fubuki (arti: badai salju) merupakan kakak sulung dari semua destroyer Fubuki-class, baik bagi mereka yang berada di Tipe I, II dan III, sekaligus pendahulu bagi semua destroyer modern milik IJN yang berpartisipasi aktif di Perang Dunia 2 nantinya. Dan dia merupakan salah satu destroyer yang paling sering beroperasi di wilayah Asia Tenggara dan Samudera Hindia.

Beberapa operasi militer yang pernah dijalaninya antara lain: Battle of Malaya, Operation L (invasi Bangka dan Palembang), Operation J (Battle of Sunda Strait), Operation T (invasi Sumatera Utara), Operation D (invasi Kepulauan Andaman), Indian Ocean Raid, Battle of Midway, Solomon Island Campaign, Guadalcanal Campaign, dan yang terakhir adalah Battle of Cape Esperance dimana ia harus tewas oleh serangan meriam gabungan dari beberapa cruiser dan destroyer Amerika pada tanggal 11 Oktober 1942.

Profil selengkapnya ada di sini.


#5. "AKIZUKI", "TERUZUKI",
"INAZUMA" & "SHIMAKAZE"
 
Akizuki
Teruzuki
Nampaknya kekompakan kakak beradik ini memang tiada duanya di dunia Kantai Collection. Setelah di kategori "Kelas Destroyer Terbaik" mereka berhasil bertengger di peringkat 4, kali ini duo Akizuki-Teruzuki menggebrak jajaran Big-10 dengan perolehan suara yang sama yaitu sebesar 17 suara atau masing-masing 4,01% dari jumlah suara yang masuk.

Akizuki (arti: bulan di musim gugur) lahir pada 2 Juli 1941, dan Teruzuki (arti: bulan yang bersinar) lahir pada 31 Agustus 1942. Keduanya merupakan destroyer yang memiliki spesialisasi sebagai kapal anti pesawat yang sangat signifikan perannya selama Perang Dunia 2. Perawakan mereka berdua pun cukup besar untuk seukuran destroyer, sehingga pada beberapa kesempatan sering salah dikenali sebagai Light Cruiser Yuubari (terindikasi bahwa yang Teruzuki yang paling sering salah diidentifikasi).

Tidak banyak catatan sejarah tentang operasi militer mereka berdua selain bahwa Akizuki pernah berada di peristiwa Marianas Turkey Shoot dan juga Battle of Leyte Gulf, dan Teruzuki ada di peristiwa First Naval Battle of Guadalcanal dimana ia melukai enam kapal Amerika (satu diantaranya tenggelam) dan Second Naval Battle of Guadalcanal bersama Asagumo, termasuk membantu menyelamatkan para kru Kirishima. Akizuki tewas pada 25 Oktober 1944 oleh serangan torpedo dari kapal selam USS Halibut, sementara Teruzuki tewas pada 12 Desember 1942 oleh serangan torpedo dari 2 kapal patroli Amerika Serikat.

Inazuma
Shimakaze
Sementara itu, satu lagi perwakilan dari Akatsuki-class yaitu Inazuma "The Plasma-chan" dan juga si tukang-ngebut-yang-lainnya-pokoknya-lambat-banget Shimakaze turut menemani kakak beradik Akizuki-class pada posisi kelima ini dengan perolehan suara yang sama. Inazuma (arti: petir atau halilintar) adalah yang paling muda dari keempat Akatsuki-class sekaligus yang adik paling bungsu Fubuki karena ia merupakan Destroyer ke-24 dari Fubuki-class. Sedangkan Shimakaze (arti: angin pulau) merupakan satu-satunya anggota Shimakaze-class yang merupakan salah satu destroyer tercepat di dunia pada saat itu.

Inazuma yang lahir pada 25 Februari 1932 tercatat terlibat dalam beberapa operasi militer seperti Battle of Hong Kong, Battle of Manado, Battle of Sunda Strait (bagian dari Second Battle of Java Sea), Aleutian Campaign, Solomon Campaign, dan Battle of Komandorski Islands. Sedangkan Shimakaze yang lahir pada 18 Juli 1942 tidak banyak terlibat dalam beberapa perang dan hanya berpartisipasi pada Aleutian Campaign sebagai bagian dari kapal evakuasi pasukan, Battle of the Philiphine Sea, dan di Battle of Leyte Gulf hanya untuk menyelamatkan para kru Musashi yang tenggelam di pertempuran tersebut.

Inazuma merupakan anggota terakhir dari Akatsuki-class yang tak dapat bertahan hidup sampai perang selesai, dikarenakan dirinya terkena serangan torpedo dari kapal selam USS Bonefish pada tanggal 14 Mei 1944 di perairan Laut Sulawesi. Sedangkan Shimakaze ironisnya justru menemui ajalnya ketika pertama kali dirinya menjadi flagship untuk Skuadron Destroyer 2 pada peristiwa Battle of Ormoc Bay 11 November 1944.


#6. "AMATSUKAZE"


Amatsukaze (arti: angin surga) adalah anak kesembilan dari 19 destroyer Kagerou-class yang lahir pada 19 Oktober 1939 dan merupakan salah satu kapal di kelas itu yang sempat dijadikan sebagai percobaan untuk menguji boiler terbaru hasil pengembangan IJN yang nantinya akan dipakai oleh Shimakaze. Dan Amatsukaze berhasil meraih peringkat enam di sub kategori ini dengan perolehan 14 suara atau 3,3% dari total suara yang masuk.

Selama perang pasifik, Amatsukaze berpartisipasi dalam berbagai operasi seperti Battle of the Java Sea, Battle of the Eastern Solomons, Battle of the Santa Cruz Islands, dan Naval Battle of Guadalcanal. Ia sempat dikira tewas dalam pertempuran pada Januari 1944 setelah terkena torpedo dari kapal selam USS Redfin di Laut China Selatan dan tak ada kabar selama satu minggu, dimana ternyata ia diam-diam dilarikan ke Singapura dan dirawat di sana. Namun, serangan dari pasukan udara Amerika Serikat menggunakan pesawat B-25 pada 6 April 1945 membuatnya terluka parah dan terdampar di salah satu pantai di kawasan China. Upaya penyelamatan lebih lanjut pun dihentikan oleh para krunya dan pada 10 April 1945, Amatsukaze menenggelamkan dirinya sendiri dengan menggunaan ledakan dari bom lautnya sendiri.

Sisa-sisa dirinya ditemukan oleh para insinyur China pada 2012, dalam kondisi sebanyak 30 ton logam sudah terlanjur dijual dalam bentuk kepingan-kepingan sebelum dihentikan oleh pemda setempat. Menurut sumber dari media China, sebuah museum akan dibangun di tempat itu sebagai upaya dedikasi untuk menyelamatkan sisa-sisa Amatsukaze.



#7. "HARUSAME"


Harusame (arti: hujan musim semi) adalah anak kelima dari kesembilan Shiratsuyu-class bersaudari dan sekaligus merupakan adik langsung dari Yuudachi yang lahir pada 21 September 1935 di Maizuru, Kyoto. Gadis kapal yang juga merupakan salah satu mitos bagi admiral pencinta para destroyer yang selalu membawa-bawa rantang nasi kemana-mana ini, menempati urutan ketujuh dengan perolehan 13 suara atau 3,07% dari total suara yang masuk.

Semenjak awal Perang Dunia 2, ia langsung berpartisipasi aktif dalam beberapa operasi seperti invasi ke Filipina, Operation J (termasuk di dalamnya adalah Battle of Tarakan dan Battle of Balikpapan), Battle of the Java Sea, Battle of Midway, Battle of the Eastern Solomons, Battle of Santa Cruz Islands, dan First Naval Battle of Guadalcanal. Sama dengan Amatsukaze, pada 24 Januari 1943 Harusame juga sempat terkena tembakan torpedo kapal selam USS Wahoo dan harus didaratkan agar tidak tenggelam. Perbedaannya, ia berhasil diselamatkan oleh regu penolong dimana Akashi memberikan perawatan dasar pada Harusame untuk kemudian dilarikan ke Truk serta dipulangkan ke Yokosuka lima bulan setelahnya. Di sana, persenjataannya yang membuatnya cenderung ofensif diganti sedikit dengan persenjataan yang berorientasi pada pertahanan udara. Pada akhir tahun, ia kembali diaktifkan tugasnya dan dikirim ke Tarakan dan Balikpapan untuk mengawal konvoi.

Pada 8 Juni 1944, Harusame yang sedang bertugas untuk mengevakuasi tentara Kekaisaran Jepang di Biak, Papua diserang oleh pasukan udara Amerika Serikat yang terbang dari Manokwari dan tewas di sana bersama dengan kaptennya.



#8. "AKATSUKI" & "MUTSUKI"

Akatsuki
Mutsuki
Tidak seperti kedua adiknya yang berhasil menempati posisi BIG-5 di sub kategori ini, si kakak sulung dari Akatsuki-class yang juga sering memanggil dirinya sebagai seorang "lady" yang "elephant" ini hanya sukses menempati urutan kedelapan bersama kakak tersulung dari Mutsuki-class, Mutsuki. Mereka berdua memperoleh 10 suara atau setara dengan 2,36% suara yang masuk.

Akatsuki (arti: fajar) yang lahir pada 7 Mei 1930 juga aktif terlibat sejak awal Perang Dunia 2 dengan terlibat dalam berbagai operasi seperti invasi ke Malaya, Battle of the Java Sea (invasi ke Jawa Barat khususnya Merak dan Teluk Bantam), invasi ke Filipina, Aleutian Campaign, Solomon Campaign, dan Guadalcanal Campaign (area Ironbottom Sound). Pada pertempuran malam di Guadalcanal yang dipenuhi dengan kekacauan akibat badai inilah, Akatsuki menemui akhir hidupnya bersama dengan Yuudachi dan Hiei dimana Akatsuki sering dikait-kaitan dengan jasanya sebagai iluminator di perang tersebut. Ia tenggelam di perairan dekat Pulau Savo pada 12 November 1942.

Sedangkan untuk profil lengkap dari Mutsuki bisa dilihat dan dibaca di sini.


#9. "AYANAMI", "SHIRANUI" & "URAKAZE

Ayanami
Ayanami (arti: ombak [yang menyerupai] kain kepar) adalah anak sulung dari kesepuluh bersaudari Ayanami-class sekaligus anak kesebelas dari keluarga besar Fubuki-class. Artinya, ia adalah adik jauh Fubuki dan kakak jauh Akatsuki. Gadis kapal dengan julukan "Black Panther" yang disematkan padanya ini menempati urutan kesembilan untuk sub kategori ini dengan perolehan 9 suara atau 2,12% dari total suara yang masuk.

Lahir pada 5 Oktober 1929, Ayanami sudah terlibat dalam peperangan bahkan sebelum dimulainya Perang Dunia 2 yaitu pada Second Sino-Japanese War bersama-sama dengan Uranami, Shikinami, dan Isonami yang bertugas untuk mengawal pendaratan tentara Kekaisaran Jepang di Shanghai dan Hangzhou. Dan sejak 1940, ia terus berpatroli dan membantu pendaratan tentara di wilayah China Selatan.

Karir pertamanya di Perang Dunia 2 dimulai dengan peristiwa Battle of Malaya. Kemudian bersama dengan keempat Mogami-class menjalani Operation L yaitu invasi ke Bangka, Palembang, dan Kepulauan Anambas. Ia juga membantu Choukai dalam menaklukkan Saigon selagi perjalanannya untuk mundur sejenak ke Indochina karena luka yang diterimanya di Anambas. Operation T (invasi Sumatera Utara) dan Operation D (invasi Kepulauan Andaman) juga dijalaninya.

Ayanami juga termasuk dalam armada utama Admiral Isoroku Yamamoto dalam Battle of Midway, dan kemudian juga masuk dalam operasi Indian Ocean Raid yang kemudian dibatalkan dan membuatnya dikirim untuk memasuki fase Guadalcanal Campaign dan Solomon Islands Campaign sebagai bagian dari operasi "Tokyo Express". Pertempuran terakhirnya terjadi pada 14-15 November 1942 yaitu pada Second Naval Battle of Guadalcanal dimana ia dikirim sendirian untuk menghadapi armada Task Force 64 Amerika Serikat, sementara kapal lainnya di armada yang dipimpin oleh Sendai memutari pulau untuk mengurung armada Amerika dari dua arah.

Ayanami adalah pertama yang terdeteksi, kemudian baru setelah itu light cruiser Nagara yang terdeteksi dan membuat perhatian semua destroyer di armada Amerika teralihkan. Pada saat itu salvo torpedo dari Ayanami, Nagara, dan Uranami menenggelamkan dua destroyer, dan satu destroyer lain rusak parah (nantinya dihancurkan sendiri oleh rekan satu armadanya) serta satu destroyer lagi rusak sedang. Battleship USS Washington membalas serangan Ayanami dan melukainya sangat parah dan tak terselamatkan, membuat semua krunya meninggalkan Ayanami sebelum benar-benar tenggelam. Dan pada saat yang sama, USS Washington juga menenggelamkan Kirishima di ujung front lain di perairan tersebut. Ayanami akhirnya harus dibantu untuk mati oleh kakaknya sendiri, Uranami, di Ironbottom Sound setelah pertempuran itu berakhir.

Shiranui
Urakaze
Menemani Ayanami "The Black Panther" di posisi ini adalah dua gadis kapal yang merupakan perwakilan dari Kagerou-class yaitu Shiranui "NuiNui" dan Urakaze "The Delicious Armpit". Shiranui (arti: api yang tak diketahui) adalah adik langsung dari Kagerou yang lahir pada 28 Juni 1938 dan Urakaze (arti: angin yang berhembus di atas laut) adalah anak kesebelas dari kesembilan belas bersaudari tersebut yang lahir pada 19 April 1940.

Selama Perang Dunia 2, Shiranui berpartisipasi dalam beberapa operasi militer yang sangat bersejarah, diantaranya adalah Attack on Pearl Harbor, Indian Ocean Raid, Battle of Midway, Aleutian Campaign, dan Battle of Suriagao Strait. Selang di antara perang tersebut juga diisinya dengan terlibat dalam beberapa operasi lainnya seperti Bombing of Darwin, dimana setelah misi tersebut ia ditempatkan di pangkalan Sulawesi selama beberapa bulan lamanya sebelum penyerangan ke India dimulai. Ia sendiri menemui akhirnya dengan terkena serangan pesawat bomber di Panay pada tanggal 27 Oktober 1944.

Sedangkan Urakaze tidak banyak mempunyai catatan sejarah yang lengkap untuk masa-masa awal perang pasifik, kecuali informasi bahwa ia berperan sebagai kapal penolong para kru Tanikaze yang tenggelam dekat Tawitawi pada 9 Juni 1944. Pada Battle of Philiphine Sea ia menolong para kru Shoukaku yang tenggelam di pertempuran tersebut, sekaligus membantu melukai sedikit kapal selam yang menyerang Shoukaku dengan bom lautnya. Ia sendiri tenggelam pada 21 November 1944 di Formosa oleh kapal selam USS Sealion, bersama dengan seluruh krunya dan juga Battleship Kongou yang dikawalnya mundur dari Battle of Leyte Gulf.


#10. "TOKITSUKAZE"


Menempati urutan terakhir dalam jajaran BIG-10 di sub kategori ini adalah Tokitsukaze yang juga merupakan salah satu wakil dari Kagerou-class dan merupakan anak kesepuluh dari kelas tersebut. Gadis kapal yang kelakuannya menyerupai anjing kecil dan teriakan "Shireeeeee~!!" nya yang cocok untuk dijadikan alarm bangun pagi para admiral ini mengumpulkan 8 suara atau 1,89% dari total suara yang masuk.

Lahir pada 10 November 1939, Tokitsukaze (arti: angin yang menguntungkan) sudah berpartisipasi semenjak masa-masa awal dimulainya Perang Dunia 2. Pada masa-masa penyerangan ke Pearl Harbor, Tokitsukaze ditugaskan untuk mengawal Ryuujou ke Palau dan melakukan invasi ke Filipina Selatan. Awal 1942 ia juga ikut dalam operasi invasi ke Hindia Belanda, dimana ia melakukan misi pengawalan tentara invasi ke Manado, Kendari, Ambon, Timor dan terakhir adalah Jawa Timur dimana ia terlibat dalam Battle of the Java Sea baik dalam pertempuran antar kapal maupun sweeping kapal selam di perairan Laut Jawa. Setelah itu, dari Ambon, ia bertolak ke Papua Nugini untuk operasi invasi ke daerah itu juga.

Selain operasi di Hindia Belanda tersebut, ia juga terlibat dalam Battle of Midway, Battle of the Eastern Solomons, Battle of Santa Cruz Islands, dan "Tokyo Express" di area Guadalcanal. Ia sendiri tewas dalam Battle of Bismarck Sea pada 3 Maret 1943 dimana ia diserang oleh pasukan udara Amerika Serikat. Semua kru yang selamat berpindah ke Yukikaze dan segera mundur dari medan pertempuran, sebelum akhirnya Tokitsukaze dihabisi oleh serangan susulan pesawat pembom Amerika.


*) Urutan setelah BIG-10 ini adalah sebagai berikut:

#11. Hamakaze, Hatsushimo, Isokaze (masing-masing 7 suara atau 1,65% dari total suara yang masuk)

#12. Akebono, Hatsuharu, Kagerou (masing-masing 6 suara atau 1,42% dari total suara yang masuk)

#13. Kisaragi, Libeccio, Samidare, Umikaze, Ushio, Uzuki, Yayoi, Yukikaze (masing-masing 5 suara atau 1,18% dari total suara yang masuk)

#14. Kawakaze, Murakumo, Murasame, Naganami, Z3 (masing-masing 4 suara atau 0,94% dari total suara yang masuk)

#15. Ikazuchi, Kiyoshimo, Kuroshio, Makigumo, Shiratsuyu, Shirayuki, Z1 (masing-masing 3 suara atau 0,71% dari total suara yang masuk)

#16. Akigumo, Asagumo, Asashimo, Asashio, Hatsuyuki, Maikaze, Shikinami, Yamagumo (masing-masing 2 suara atau 0,47% dari total suara yang masuk

#17. Hatsukaze, Hayashimo, Michishio, Mikazuki, Miyuki, Nenohi, Wakaba (masing-masing 1 suara atau 0,24% dari total suara yang masuk)

     
 --------------------------------------------------------------------------------------------

Nantikan juga hasil survei yang lainnya ya~!
Stay tuned~! ^_^

Saturday, 5 December 2015

Hasil Survei Popularitas Kanmusu (Per Fall 2015) - Kategori "Submarine"

Pertama-tama, ucapan terima kasih layak blogger ucapkan kepada para partisipan survei popularitas kanmusu yang diadakan sejak awal bulan November 2015 sampai dengan pertengahan bulan yang sama pula. Berkat keikutsertaan kalian semua, survei kali ini mendapatkan suara yang cukup banyak dibandingkan dengan survei yang sama pada tahun lalu.

Survei ini pada dasarnya membagi semua kanmusu ke dalam 8 kategori besar: Destroyer, Light Cruiser (termasuk Training Cruiser dan Torpedo Cruiser), Heavy Cruiser (termasuk Aviation Cruiser), Battleship, Aircraft Carrier (baik Light, Standard, maupun Armored Aircraft Carrier dijadikan satu kategori), Submarine, Seaplane Tender, dan Auxilliary Ship.

Masing-masing kategori memiliki dua poin pertanyaan, dimana partisipan survei berhak memilih 2 atau 3 kelas kapal yang paling disukai dan juga berhak memilih (serta harus HANYA) 1 kanmusu dari masing-masing kelas yang dipilih di pertanyaan sebelumnya. Sedangkan, tiga kategori kanmusu terakhir yang disebutkan di atas yang memiliki sedikit kanmusu di dalamnya, hanya memiliki satu poin pertanyaan saja.

Oleh karena itu, jika partisipan tidak sengaja atau tidak memperhatikan atau tidak memahami arahan pertanyaan tersebut dan menjawab dua atau lebih nama kanmusu yang ada di kelas yang sama dalam satu kategori (misalnya, Sendai-class = Sendai, Naka, & Jintsuu), maka yang akan dimasukkan dalam perhitungan voting adalah nama pertama saja (dalam kasus di atas, Sendai saja yang masuk hitungan). Tentu saja, jika hanya menyebutkan satu nama kanmusu saja namun berulang-ulang kali sampai capslock anda jebol, tetap hanya terhitung 1 poin vote saja.

Satu catatan lagi, para kanmusu yang bisa dipilih di survei kali ini tidak memasukkan kapal-kapal baru yang menjadi clearing reward maupun special drop di event Fall 2015. Sehingga, kanmusu-kanmusu rilisan baru seperti Graf Zeppelin, Hagikaze, Arashi, dan Kashima tidak bisa dipilih oleh para partisipan.

Postingan kali ini akan mengumumkan hasil survei untuk kategori Submarine. Pada kategori ini, satu partisipan berhak memilih hingga 2 nama kanmusu yang tersedia. Tanpa berpanjang kata lagi berikut adalah hasil survei popularitas para kanmusu yang ada di kategori ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------

#1. "U-511 (Yuu-kun) / RO-500 (Ro-chan)"


Pendatang baru naturalisasi dari Jerman ini sepertnya memang langsung menjadi primadona ketika dirinya datang sebagai gadis kapal selam yang bisa didapatkan semenjak event Winter 2015 kemarin. Dengan bantuan slogan "German's science is number one in this world!!" yang tersohor di dunia per-vvibuan itu, gadis kapal selam cool yang jadi berkulit hitam manis karena kebanyakan bermain di Orel bersama Dechi-Dechi-an ini berhasil meraih peringkat satu untuk kategori Submarine dengan total perolehan 155 vote atau total 47,8% dari total suara yang masuk.

U-511 (atau biasa disebut sebagai Yuu oleh para admiral Kantai Collection) resmi lahir pada tanggal 22 September 1941 di Hamburg, beberapa bulan sebelum dimulainya Perang Dunia 2. Setelah menyelesaikan pelatihannya bersama dengan Armada U-Boat Keempat pada Mei 1942, Yuu menjadi bahan percobaan untuk menguji kemungkinan bisa digunakannya peluncur roket Wurfkörper 42 (WG-42) pada kapal-kapal U-Boat. Meskipun percobaannya berhasil dilakukan, baik ketika Yuu ada di permukaan maupun di dalam air (sekitar 12 meter di bawah permukaan laut), akurasi yang ditunjukkan dan efek negatif yang akan mengganggu performa serta penguasaan U-Boats di bawah air secara keseluruhan, maka WG-42 batal diimplementasikan padanya. Kemudian


Patroli pertamanya (Juli 1942) merupakan perjalanan 76 hari dari Kiel menuju ke Laut Karibia, dimana ia menyerang rombongan tanker Inggris dan Amerika di perairan 220 km tenggara Teluk Guantanamo dan akhirnya kembali ke Lorient, Prancis yang saat ia kembali sudah berada dalam genggaman Nazi. Patroli keduanya (Oktober 1942) merupakan perjalanan 36 hari pulang-pergi Lorient-Afrika Barat tanpa ada pertempuran apapun.

Patroli ketiganya (Desember 1942) mengharuskannya untuk berada di antara tiga wilayah ini: Spanyol, Kepulauan Canary, dan Azores. Di sana ia hanya berhasil menemukan dan menenggelamkan satu kapal pedagang yang membawa minyak sawit dan karet yang berlayar dari Lagos menuju Liverpool. Setelah 68 hari berlayar di bawah laut, ia kembali ke Lorient.

Patroli terakhirya sebagai U-511 terjadi pada tanggal 10 Mei 1943, dimana ia menjadi bagian dari program pertukaran teknologi antara Nazi Jerman dan Kekaisaran Jepang yang sudah berlangsung lama diantara kedua negara. Kisah perjalanannya ini cukup terkenal dengan beberapa kejadian yang dialaminya. Yuu membawa serta juga Diplomat Jerman untuk Tokyo, Atase Militer Kemaritiman Berlin, dan para ilmuwan serta insinyur Jerman ke negeri matahari terbit itu.



Pada tanggal 22-23 Mei 1943, ia bertemu dengan sesama kapal selam Jerman di Samudra Atlantik saat menyusuri pantai barat Afrika untuk memastikan kembali jarak tempuhnya. Pada tanggal 1 Juni 1943, operator telegram Yuu mengadakan pernikahan dengan tunangannya yang berada di salah satu gereja di Berlin dengan kapten kapalnya sebagai mediator bersama dengan pendeta di gereja tersebut. Ini merupakan peristiwa sejarah yang unik dan sangat mengharukan dimana jarak dan tempat tetap tidak dapat menghalangi dua insan manusia untuk menjalin ikatan pernikahan.

Yuu juga harus memutari Tanjung Harapan di Afrika Selatan sejauh 500 mil, dan juga menyeberangi Samudera Hindia dimana ia juga (sekalian) menenggelamkan dua kapal di perairan tersebut: Kapal Liberty Amerika "Sebastian Cermeno" (27 Juni 1943) dan "Samuel Heintzelman (9 Juli 1943). Pada tanggal 15 Juli 1943 Yuu bertemu dengan Hatsutaka di Pelabuhan Penang dan kembali memastikan berapa jauh jarak tempuh yang harus dilaluinya lagi dengan menggunakan jalur Selat Malaka.

Juli 1943, terjadi pertempuran kecil akibat kesalahpahaman dari pihak IJN di wilayah Laut Cina Selatan. Mereka tidak mengenali bentuk kapal selam yang mendekati mereka, sehingga mereka memutuskan bahwa Yuu adalah musuh. Sementara itu Yuu yang mengenali mereka sebagai teman, harus terus menerus meyakinkan mereka agar tidak menyerangnya lagi dengan berbagai cara, seperti mengedip-ngedipkan lampu suarnya atau mengibarkan bendera simapor. Setelahnya pun Yuu diinterogasi dan juga kesulitan karena kedua belah pihak sama-sama tidak terlalu bisa bahasa Jerman maupun Jepang satu sama lain. Dan akhirnya, pihak IJN dapat diyakinkan setelah Yuu menyebutkan identitas "Satsuki No.1"

Setelah melalui perjalanan yang panjang selama kurang lebih 3 bulan di bawah laut, akhirnya Yuu sampai di Pangkalan Kure, Jepang pada tanggal 7 Agustus 1943. Kemudian namanya berubah menjadi RO-500 (Ro-chan) pada tanggal 16 September 1943. Kehidupan Ro-chan di Jepang bisa dikatakan tidak terlalu agresif, karena ia banyak menghabiskan waktunya dalam berbagai latihan dengan sesama kapal selam dan juga dengan sesama destroyer. Oleh karenanya, ia dapat bertahan hidup sampai dengan usainya Perang Dunia 2 dan diserahkan kepada Sekutu sebagai tanda damai Kekaisaran Jepang. Ro-chan sendiri akhirnya dijadikan sebagai sasaran target latihan di Teluk Maizuru pada tanggal 30 April 1946.




#2. "I-58 (Goya)"


Siapa yang tidak asing dengan kata unik '-dechi' di setiap akhiran kalimatnya? Dan terkadang kalimat darinya yang berbunyi, "Salam hangat dan selamat siang dari dalam laut!!" bisa terdengar menyebalkan sekali, apalagi pada saat menanti drop reward di event ini? (Hayo para pencari Graf Zeppelin, mana suaranya??) Meskipun tidak dapat mengungguli rekan naturalisasi Jerman nya di kategori ini, gadis kapal selam yang namanya sering dijadikan lelucon untuk makanan yang benar-benar ada di Jepang ini mampu memperoleh 102 vote atau total 31,5% dari total suara yang masuk.

Goya lahir pada tanggal 30 Juni 1943 di Yokosuka. Sejak sebelum kelahirannya, tubuhnya dimodifikasi supaya dapat membawa tabung torpedo Kaiten, yaitu semacam torpedo dimana manusia dapat mengontrol pergerakan torpedo dengan berada di dalamnya (Goya diperlihatkan sangat membenci fakta ini di gamenya dan bahkan sampai menangis karena tabu semacam ini di versi komiknya), dan baru benar-benar selesai pada 7 September 1944 serta diserahkan kepada Letnan Komandan Mochitsura Hashimoto.

Ia pun bergabung dengan Skuadron Kapal Selam 11 milik Armada Keenam Kekaisaran Jepang untuk tujuan latihan di perairan Jepang sebelum akhirnya dipindahkan ke Divisi Kapal Selam ke-15 pada 4 Desember 1944. Beberapa hari kemudian, dia bergabung dalam grup Kongo (baca: berlian) bersama dengan saudari-saudarinya I-36, I-47, I-48, I-53 dan I-56 untuk melancarkan serangan Kaiten ke lima armada Amerika Serikat berbeda yang sedang melepas jangkarnya. Goya sendiri diperintahkan untuk menyerang Apra Harbor, Guam dan menggunakan empat torpedo Kaiten. Operasi tersebut pada akhirnya gagal, Goya pun juga mengira dirinya gagal menyelesaikan apapun, sampai ketika dia kembali ke Kure pada 22 Januari 1945 ia baru sadar bahwa ternyata dialah yang menenggelamkan satu kapal pengawal kapal induk dan satu kapal pasokan minyak raksasa milik Amerika.


Setelah invasi Amerika ke pulau Iwo Jima pada Februari 1945, Goya bersama dengan I-36 bergabung dengan grup Shimbu untuk melancarkan serangan balasan kepada pasukan Amerika. Ia berangkat dari Kure pada tanggal 1 Maret membawa empat Kaiten lagi. Namun, pada tanggal 7 nya operasi dihentikan dan ia segera diarahkan ke area barat Okinotorishima untuk membantu Operation Tan No.2, sebuah penyerangan udara untuk armada yang berhenti melepas jangkarnya di Ulithi. Goya ditugaskan untuk menjadi kapal penyambung radio untuk 24 pesawat bomber kamikaze. Hanya enam pesawat yang berhasil sampai ke Ulithi dan satu pesawat menabrakkan diri ke kapal induk USS Randolph.


Setelah kembali ke Kure untuk latihan yang lebih banyak lagi, Goya ditempatkan dalam grup Tatara bersama dengan I-44, I-47, dan I-56 untuk menyerang armada kargo Amerika di Okinawa sebagai bagian dari Operation Ten-Go. Namun Goya tak dapat menembus pertahanan kapal selam Amerika yang tebal dan terpaksa dilarikan ke Kyushu pada 10 April 1945 untuk mengisi baterai nya. Ia masih nekat melakukannya di tempat yang sama sekali lagi, namun serangan dari pesawat musuh membuatnya tak bisa menyerang sama sekali. Ia pun juga mencoba memutar ke area di antara Okinawa dan Guam pada tanggal 14 nya, namun juga tidak berhasil. Operasi nya pun dihentikan pada tanggal 17, dan Goya pun kembali ke Kure pada tanggal 30 nya.

Mei 1945, ia mengalami remodel kembali dimana katapult dan hangar pesawatnya dilepas supaya ia mampu membawa enam Kaiten, serta sebuah snorkel. Pada 22 Juni 1945, 162 pesawat B-29 milik Amerika membombardir pangkalan Kure namun Goya dapat lolos dari serangan tersebut dan segera bergabung dengan grup Tamon bersama dengan I-47, I-53, I-363, I-366 dan I-367. Pada tanggal 18 Juli 1945, malam hari, ia menuju perairan timur Filipina. Sepuluh hari setelahnya, ia berhasil menenggelamkan satu destroyer dan satu kapal kargo Amerika di sana.

Esoknya, ia melakukan gerilya lebih jauh ke arah Palau dan semakin menuju ke selatan. Di sana Goya menemukan Heavy Cruiser Indianapolis (yang salah ia identifikasi sebagai Battleship Idaho-class), yang sehari sebelumnya berlayar dari Guam ke Leyte setelah selesai mengirimkan bagian-bagian serta bahan-bahan untuk pembuatan bom nuklir ke Tinian dari San Fransisco, yang nantinya akan dipakai untuk meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki. Indianapolis hanya sendirian tanpa alat anti kapal selam maupun kapal destroyer untuk melindunginya. Pada titik inilah, sebuah kasus kontroversial yang penyelesaiannya baru ditetapkan setengah abad kemudian terjadi.

Goya muncul ke permukaan dan bersiap untuk menembakkan torpedo Tipe 95 nya. Setelah bermanuver untuk mencari posisi yang pas, pada pukul setengah 12 malam (waktu Jepang), Goya menembakkan keenam torpedo nya dengan jeda 2 detik. Meskipun melihat tanda-tanda serangannya sukses, Letnan Komandan Hashimoto memutuskan untuk menyerangnya lagi. Namun, setelah selesai mempersiapkan penyerangan, targetnya sudah tidak ada ketika diperiksa kembali dengan teleskop (Indianapolis terbalik dan tenggelam setelah Goya menyelam untuk mempersiapkan serangan lanjutannya).


I-58 termasuk salah satu unit kapal selam Kekaisaran Jepang yang menunjukkan semangat berjuang sampai semuanya benar-benar berakhir. Setelah menenggelamkan Indianapolis pun, Goya masih terus berputar-putar dan bergerilya melawan semua kapal Sekutu yang bisa ditemukannya di kawasan Asia Tenggara. Di antaranya ada yang berhasil dan ada yang gagal. Bahkan sampai ketika Kaisar Hirohito mengumumkan bahwa Jepang menyerah, Goya masih tidak tahu tentang kabar itu dan terus menjelajahi samudra sampai akhirnya pada tanggal 18 Agustus 1945 ia pulang ke Kure dan mendapati bahwa negaranya sudah kalah perang.

Pada tanggal 1 April 1946, Goya bersama dengan ke-23 saudari-saudarinya yang masih hidup digiring oleh satu destroyer dan satu submarine tender milik Amerika Serikat di area Kepulauan Goto untuk menjalani Operation Road's End. Dan di sanalah, ia dan semua saudarinya menjalani hukuman mati. Kini ia telah beristirahat untuk selamanya di dasar laut yang tenang itu dan raganya kini menjadi rumah bagi spesies ikan Kerapu khas Jepang yang menjadi salah satu obyek wisata bahari lokal untuk penduduk di pulau tersebut.

Sebagai catatan tambahan, pada November 1945, Komandan Mochitsura Hashimoto dipanggil ke pengadilan militer Amerika Serikat sebagai saksi untuk kasus tenggelamnya Indianapolis, dimana Kapten Charles B. McVay III dituduh menempatkan kapalnya dalam keadaan bahaya dengan melakukan gerakan zig-zag yang tak penting dan menyebabkan banyak nyawa hilang dengan tak perlu. Namun, diluar dugaan banyak pihak, Hashimoto bersaksi bahwa meskipun ia melakukan gerakan manuver itu, entah karena insting atau apapun, ia (dan Goya) tetap akan dapat menenggelamkan Indianapolis. Secara tidak langsung, Hashimoto mengambil sikap bahwa menurutnya Charles tidak salah. Itu hanyalah hal biasa yang terjadi dalam perang. Testimoni nya membuat pengadilan militer memutuskan bahwa Charles tidak bersalah, namun nama baiknya baru dapat dibersihkan secara penuh pada tahun 1996 ketika Presiden Bill Clinton secara tegas memutuskan bahwa kasus ini harus ditutup dan Charles tidak bersalah sama sekali.



#3. "I-19 (Iku)"


Tidak salah jika gadis kapal selam yang termasuk salah satu yang memiliki kekuatan torpedo tertinggi di kategori kapal selam ini masuk ke dalam jajaran Big-3. Kepribadiannya yang ceria dan suka menggoda para admiral yang sedang menganggur di kantornya ini cukup membantunya meraih posisi ketiga dengan perolehan 84 vote atau total 25,9% dari total suara yang masuk.

Lahir 16 September 1939 di Kobe, Iku merupakan sepupu jauh Goya berdasarkan tipe kapal selamnya. Ia tidak banyak beroperasi sampai pada tanggal 23 Februari 1942, pesawat mata-matanya melakukan pengamatan malam di atas langit Pearl Harbor untuk mendukung jalannya Operation K-1, serangan kedua ke Pearl Harbor oleh IJN. Pada tanggal 4 Maret 1942, ia bertugas sebagai 'menara radio' untuk para pesawat "Emily" yang direncanakan akan menyerang Pearl Harbor, namun kemudian serangan itu dibatalkan.

Pada saat ia berpatroli di Kepulauan Solomon, 15 September 1942, ia menemukan dan meluncurkan 6 torpedo ke arah kapal induk USS Wasp. Tiga diantaranya melukai kapal induk tersebut sangat parah dan oleh karenanya harus di tenggelamkan sendiri oleh kapal lainnya di dekatnya. Sedangkan tiga topredo lainnya (karena sebuah keberuntungan) menenggelamkan destroyer USS O'Brien dan melukai battleship USS North Carolina cukup signifikan. Karena hasil inilah, Iku tercatat dalam sejarah sebagai pemegang rekor "The Single Most Destructive Torpedo Spread Fired" di atas semua kapal selam selama Perang Dunia 2.

Dari November 1942 sampai dengan Februari 1943, Iku selalu membantu dalam misi pengantaran pasokan personel dan logistik militer Kekaisaran Jepang dari Tokyo ke Guadalcanal setiap malamnya. Misi ini disebut "Rat Transportation" dan nantinya akan disebut sebagai "Tokyo Express" oleh Sekutu. Iku akhirnya tewas pada November 1943 oleh serangan bom laut dari USS Radford di perairan Pulau Makin karena terlambat menyelam setelah ketahuan posisinya oleh radar, dan semua awaknya juga ikut tewas bersamanya.



#4. "I-8 (Hachi)"


Para admiral mengenalnya sebagai gadis kapal selam vvibu Jerman, karena kebiasaannya untuk selalu mencampur aduk bahasa Jepang dan Jerman dalam kalimat-kalimatnya. Mungkin karena tidak terlalu sreg dengan ke-vvibu-annya inilah ia hanya mampu meraih urutan keempat dengan 70 vote atau total 21,6% dari total suara admiral yang masuk.

I-8, atau yang disebut dengan Hachi, lahir pada tanggal 20 Juli 1936 namun dapat dikatakan selesai dimodifikasi dua tahun kemudian. Ia bersama dengan I-7, merupakan kapal selam terbesar milik Jepang yang selesai dibuat sebelum pecahnya Perang Dunia 2. Faktanya, mereka berdua juga ikut berpartisipasi dalam penyerangan ke Pearl Harbor dengan melibatkan pesawat laut Yokosuka E14Y yang mereka simpan di tubuhnya.

Pada tahun 1943, Hachi menerima misi pertukaran teknologi dari pihak Jepang untuk berkontribusi pada perjanjian Axis Powers' Tripartite Pact. Sejatinya, pertukaran teknologi dilakukan dengan hanya menggunakan kapal kargo. Namun, karena tidak cukup maka para kapal selam ikut diperbantukan. Hanya 7 kapal selam yang terlibat dalam pelaksanaan perjanjian ini: 5 dari Jepang dan 2 dari Jerman (termasuk U-511 / Yuu-chan; namun sepertinya mereka berdua tidak berpapasan di tengah jalan).

Di bawah komando Shinji Uchino, Hachi berangkat dari Kure pada tanggal 1 Juni 1943, bersama dengan I-10 dan Submarine Tender Hie Maru. Kargo yang mereka bawa terdiri dua torpedo Type 95 oxygen-propelled, banyak tabung torpedo, penggambaran sistem trim terotomatisasi, dan pesawat Yokosuka E14Y. Mereka sampai di Singapore 9 hari kemudian, dan pada 21 Juli 1943, Hachi mulai memasuki area Samudera Atlantik. Di sana ia harus menghadapi badai laut maha dahsyat yang tidak biasa ia temui di Samudra Pasifik yang lebih kalem, namun tetap dapat melanjutkan perjalanan ke Prancis yang sudah dikuasai Nazi Jerman.

Sebelum sampai di Paris, pada tanggal 20 Agustus 1943, Hachi bertemu dengan U-161 dan dua teknisi radio Jerman ditransfer ke Hachi beserta dengan sebuah radar pendeteksi jenis FuMB 1 "Metox" 600A yang dipasang di anjungannya. 29 Agustus 1943, Hachi memasuki Pantai Biscay dan dua hari kemudian ia sampai di Brest dengan selamat.

Pada masa ini, Hachi menjadi salah satu kebanggaan Jepang dan Axis Powers. Ia menjadi kapal selam yang terkenal karena perjalanannya yang mengarungi separuh dunia (x2) dengan perjalanannya pulang-pergi sejauh total 56.000 km dan baru kembali ke Kure, Jepang pada tanggal 21 Desember 1943. Namun, setelah kepemimpinan beralih kepada Tatsunosuke Ariizumi, Hachi berubah menjadi salah satu unit yang paling mencemarkan nama baik Kekaisaran Jepang di Perang Dunia 2 karena perlakuannya terhadap para tawanan perang Sekutu.

Salah satunya adalah terhadap tawanan dari kapal Belanda, SS Tjisalak (26 Maret 1944), dimana 97 orang yang selamat kemudian diikat berpasang-pasangan, lalu disabet oleh pedang-pedang, dipukul dengan palu sebelum ditembak, kemudian dilempar ke laut untuk menjadi santapan ikan hiu nantinya. Hanya enam orang yang selamat dari insiden itu dan ditampung oleh kapal SS James O.Wilder. Belum lagi terhadap tawanan perang kapal SS Jean Nicolet dua bulan setelahnya, dan beberapa kapal dagang yang tak bersalah sama sekali yang menambah jumlah perbuatan kriminalnya selama perang.

Setelah perang berakhir, Ariizumi melakukan seppuku karena kekalahan Jepang sementara beberapa kru nya yang masih hidup ada yang dikejar-kejar oleh Pemerintah Jepang dan dibunuh di tempat sebagai hukuman karena tindak kriminalnya selama Perang Dunia 2 (3 orang). Satu diampuni karena telah bekerja sama dalam penyelidikan dan diperbolehkan pulang ke Amerika. Yang lainnya juga mendapat keringanan dengan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh Pemerintah Jepang pada tahun 1955.

Hachi sendiri menemui ajalnya di Okinawa pada 31 Maret 1945, dikepung oleh dua destroyer Amerika: USS Morrison dan USS Stockton. Benar-benar sebuah akhir yang anti-klimaks untuk sebuah unit yang sebelumnya dielu-elukan sebagai pahlawan dua tahun sebelumnya.



#5. "I-168 (Imuya)"


Meskipun dari segi kekuatan dan daya tahan dirinya kalah oleh keempat rekannya di atas, sebagian dari para admiral di sini mungkin masih tidak dapat melupakan jasanya sebagai salah satu dari dua gadis kapal selam pertamanya sepanjang karirnya bermain Kantai Collection (Imuya dan Goya termasuk gampang didapatkan pertama kali di game ini). Gadis kapal selam yang pernah diperlihatkan di komik official Kancolle sebagai gadis yang sangat dihormati Akagi dan Kaga ini meraih urutan kelima dengan mengantongi 51 vote atau total 15,7% dari total suara yang masuk.

Imuya lahir pada 31 Juli 1934 di Kure, dan pada saat itu masih memakai kode I-68. Tiga tahun setelah kelahirannya, ia bersama dengan Skuadron Kapal Selam 3 ditempatkan di dekat Hawaii untuk misi mata-mata sebelum melaksanakan penyerangan ke Pearl Harbor. Empat hari setelah penyerangan tersebut, ia mendapakan serangan yang membuatnya harus mundur dan dirawat di Kwajalein Atoll. Pada 20 Mei 1942, barulah ia mendapatkan kode baru sebagai I-168.

Imuya merupakan kapal selam Kekaisaran Jepang yang memiliki catatan sejarah penting di Battle of Midway. Ia bersama dengan 13 kapal selam lainnya membentuk pasukan ekspedisi pendahulu untuk mengamati keadaan di Midway pada 31 Mei 1942 di bawah komando Tanabe Yahachi. Lima hari kemudian, pada tanggal 4 Juni 1942 pagi harinya, serangan dari Armada Gabungan Nagumo segera dimulai setelah Imuya melaporkan aktivitas pesawat udara Amerika Serikat yang masif pada Admiral Nagumo yang berada di Akagi.

Sepanjang penyerangan udara itu, Imuya terus mengawasi dengan periskopnya. Pada hari itu ia tidak melakukan serangan sama sekali. Baru pada tanggal 5 Juni tengah malam, ia mulai menyerang Midway dengan 10 cm senapan dek-nya namun segera menyelam kembali setelah ketahuan oleh lampu sorot menara suar. Beberapa pesawat menyerang Imuya namun tak berhasil, dan Imuya pun mendapatkan perintah untuk menenggelamkan kapal induk USS Yorktown yang terluka, dan masih harus melawan 4 destroyer milik Amerika Serikat sendirian untuk menyelesaikan misinya dan kembali ke Pangkalan Sasebo.

Setelah itu, Imuya dipimpin oleh Letnan Komandan Katsuji Watanabe dan diberi misi transportasi kargo ke Kepulauan Solomon dan Kiska. Pada 27 Juli 1943, Imuya disergap oleh USS Scamp di Selat Steffen dekat Pulau New Hanover dan tewas di tangan kapal selam Amerika itu bersama dengan semua awak di dalamnya.



#6. "I-401 (Shioi)"


Status eksklusifnya sebagai satu-satunya kapal selam yang bisa didapatkan melalui fasilitas LSC (Large Ship Construction) yang sering jadi alat PHP bagi para admiral pun, sepertinya tidak begitu signifikan membantunya meraih kepopuleran. Gadis hitam manis yang hobinya meng-klaim bahwa pesawat Seiran adalah sahabatnya (kesannya jadi seperti anak yang nggak punya teman) ini pun hanya mampu meraih 49 vote atau total 15,1% dari total suara yang masuk.

Shioi merupakan salah satu anggota I-400 class (Sen Toku-class) yang juga adalah buah pemikiran dari Admiral Isoroku Yamamoto sejak dimulainya Perang Dunia 2, dimana tujuan mereka diciptakan adalah untuk dapat menyerang kota-kota daerah pantai Amerika Serikat dengan mengerahkan para bomber pesawat laut yang dapat mereka bawa di tubuhnya. Sebagai kapal selam terbesar di dunia pada masa itu (sebelum dibangunnya kapal selam nuklir balistik 15 tahun kemudian), Shioi didesain untuk memiliki kemampuan operasi dalam waktu yang sangat panjang tanpa perlu pengisian bahan bakar dan bahkan kalau perlu dapat berlayar ke mana pun di dunia ini agar bisa mencapai sisi pantai barat dan timur Amerika Serikat.

Pada saat Shioi (I-401) lahir pada 8 Januari 1945 di Pangkalan Kure, Perang Dunia 2 di Front Pasifik telah mencapai titik akhirnya. Dengan prediksi bahwa perang tinggal menunggu hitungan bulan untuk berakhir, Shioi dapat dikatakan lahir sangat terlambat dengan masa depan yang tak menentu. Setelah gugurnya Admiral Yamamoto, Sen Toku-class diubah perannya untuk menyerang Kanal Panama dengan harapan agar aliran bantuan AL Amerika dari Front Atlantik bisa dihambat sampai beberapa bulan. Pemikiran itu berakar dari semakin memburuknya situasi perang bagi pihak Kekaisaran Jepang semenjak kekalahan strategis mereka di Battle of Midway. Jadilah Shioi lahir pada kondisi yang serba terburu-buru.

Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah jatuhnya Okinawa ke tangan Sekutu. Para kapal selam kemudian ditugaskan untuk menyerang armada Amerika Serikat yang berkumpul di Ulithi Atoll. Ironisnya, misi pertama Shioi ini justru menjadi misi terakhirnya karena dihentikan oleh Kaisar Hirohito yang mengumumkan kepada seluruh pasukan Kekaisaran Jepang untuk segera menghentikan perang pada 15 Agustus 1945 dan menyerah kepada Sekutu.
Pada tanggal 26 Agustus 1945, Shioi akhirnya mengibarkan bendera hitam tanda menyerah. Semua pesawat yang dibawanya diterjunkan ke laut dari katapultnya, keduapuluh torpedo Type 95 juga diledakkan, dan semua kode, catatan harian, grafik-grafik, serta dokumen-dokumen rahasia juga ikut dihancurkan. Tiga hari kemudian USS Segundo menemukan Shioi, dan Letnan Komandan Nobukiyo Nambu menyerahkan 2 pedang samurai pada Letnan John Edward Balson sebagai tanda menyerah.

Shioi akhirnya menemukan ajalnya di Pearl Harbor, 31 Mei 1946, sebagai target latihan perang Angkatan Laut Amerika Serikat sekaligus untuk mencegah dirinya dipakai oleh pihak Uni Soviet sebelum dimulainya Perang Dingin. Jasadnya baru ditemukan pada Maret 2005, sepuluh tahun yang lalu.


#7. "Maruyu"


Hasil yang satu ini mungkin juga sudah bisa ditebak oleh para admiral, terutama yang berorientasi pada kemampuan para gadis kapal yang berjenis kapal selam. Dengan hanya mampu memperoleh 31 vote atau total 9,6% dari total suara yang masuk, gadis kapal selam yang mungkin sering jadi incaran mbak Fusou dan neng Yamashiro karena punya khasiat menambah luck ini menempati urutan juru kunci untuk kategori kapal selam.

Nama resmi Maruyu adalah Type 3 Submergence Transport Vehicle, dan ia merupakan kapal selam yang didesain serta dioperasikan oleh IJA, bukan IJN. Nama "Maruyu" yang sering disematkan kepadanya oleh para tentara AD Kekaisaran Jepang sendiri didapat dari lambang "〇", yang bisa dibaca sebagai "Maru", dan karakter hiragana "ゆ" yang dibaca sebagai "yu". Dan juga, karakter ゆ yang terdapat di dalam karakter 〇 menyerupai ikan di dalam mangkok ikan; cocok untuk melambangkan sebuah kapal selam.

Keunikan Maruyu sendiri adalah bahwa dia tidak merepresentasikan satu unit tempur seperti para koleganya di IJN (misalnya: Ro-500 dan I-58 yang merupakan satu identitas fisik saja), melainkan merupakan sebuah bentuk representasi satu kelas yang jumlahnya masif (baca: mass-production). Ia (atau lebih tepatnya 'mereka') lahir dari rentang waktu 1943-1945, dimana waktu itu IJA membutuhkan sebuah alat transportasi yang dapat membantu aliran pasokan militer dan makanan setelah kegagalan di Battle of Solomon Sea. Aslinya, 400 Maruyu direncanakan untuk dibuat, namun hanya 38 Maruyu yang bisa selesai. Dari ketiga puluh delapan Maruyu ini, lima diantaranya tewas di medan perang, dan sisanya dipensiunkan setelah berakhirnya Perang Dunia 2 dan kemungkinan besar dibesituakan setelah pensiun.

 --------------------------------------------------------------------------------------------

Nantikan juga hasil survei yang lainnya ya~!
Stay tuned~! ^_^

Friday, 4 December 2015

Hasil Survei Popularitas Kanmusu (Per Fall 2015) - Kategori "Seaplane Tender"

Pertama-tama, ucapan terima kasih layak blogger ucapkan kepada para partisipan survei popularitas kanmusu yang diadakan sejak awal bulan November 2015 sampai dengan pertengahan bulan yang sama pula. Berkat keikutsertaan kalian semua, survei kali ini mendapatkan suara yang cukup banyak dibandingkan dengan survei yang sama pada tahun lalu.

Survei ini pada dasarnya membagi semua kanmusu ke dalam 8 kategori besar: Destroyer, Light Cruiser (termasuk Training Cruiser dan Torpedo Cruiser), Heavy Cruiser (termasuk Aviation Cruiser), Battleship, Aircraft Carrier (baik Light, Standard, maupun Armored Aircraft Carrier dijadikan satu kategori), Submarine, Seaplane Tender, dan Auxilliary Ship.

Masing-masing kategori memiliki dua poin pertanyaan, dimana partisipan survei berhak memilih 2 atau 3 kelas kapal yang paling disukai dan juga berhak memilih (serta harus HANYA) 1 kanmusu dari masing-masing kelas yang dipilih di pertanyaan sebelumnya. Sedangkan, tiga kategori kanmusu terakhir yang disebutkan di atas yang memiliki sedikit kanmusu di dalamnya, hanya memiliki satu poin pertanyaan saja.

Oleh karena itu, jika partisipan tidak sengaja atau tidak memperhatikan atau tidak memahami arahan pertanyaan tersebut dan menjawab dua atau lebih nama kanmusu yang ada di kelas yang sama dalam satu kategori (misalnya, Sendai-class = Sendai, Naka, & Jintsuu), maka yang akan dimasukkan dalam perhitungan voting adalah nama pertama saja (dalam kasus di atas, Sendai saja yang masuk hitungan). Tentu saja, jika hanya menyebutkan satu nama kanmusu saja namun berulang-ulang kali sampai capslock anda jebol, tetap hanya terhitung 1 poin vote saja.

Satu catatan lagi, para kanmusu yang bisa dipilih di survei kali ini tidak memasukkan kapal-kapal baru yang menjadi clearing reward maupun special drop di event Fall 2015. Sehingga, kanmusu-kanmusu rilisan baru seperti Graf Zeppelin, Hagikaze, Arashi, dan Kashima tidak bisa dipilih oleh para partisipan.

Setelah sebelumnya hasil survei untuk kategori Auxiliary Ship telah diumumkan, maka postingan kali ini akan mengumumkan hasil survei untuk kategori Seaplane Tender. Pada kategori ini, satu partisipan berhak memilih hingga 2 nama kanmusu yang tersedia. Tanpa berpanjang kata lagi berikut adalah hasil survei popularitas para kanmusu yang ada di kategori ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------

#1. "AKITSUSHIMA"


Di antara keempat kanmusu jenis Seaplane Tender yang ada, sepertinya pesona imut gadis kapal yang hampir selalu menggunakan akhiran '-kamo' di setiap kalimatnya memang sudah sangat jauh menjerat hati para admiral yang pada event Spring 2015 kemarin sudah bersusah payah untuk mendapatkan dirinya. Dengan perolehan 164 vote atau 52,2% dari total suara yang masuk, Akitsushima berhasil menjadi jawara di kategori kanmusu ini.

Berdasarkan catatan sejarah, proses kelahiran Akitsushima ke dunia ini pun mengalami kesulitan di sana-sini sehingga ia terlambat lahir tiga-empat tahun dari seharusnya. Pada awalnya, di tahun 1939, IJN bermaksud mengubah kapal pasokan bahan bakar Kamoi menjadi jenis Seaplane Tender yang khusus untuk benar-benar merawat dan membawa pesawat Kawanishi H6K. Namun, karena konversinya gagal, maka IJN membawa proposal kepada Kementrian Keuangan Kekaisaran Jepang untuk diperbolehkan membangun dua Seaplane Tender yang benar-benar dibuat hanya untuk sebagai spesialis pertempuran menggunakan pesawat jenis Flying Boat seperti Kawanishi H6K.

Namun, Kementrian Keuangan tidak mengabulkannya. Setelah perundingan alot yang berlangsung bertahun-tahun, akhirnya proposal IJN dikabulkan dan lahirlah Akitsushima pada 29 April 1942. Berbeda dari proposal pendahulunya, Akitsushima lebih didesain untuk memperbaiki, merawat dan memasok amunisi untuk para pesawat Kawanishi H8K (para admiral mengenalnya dengan sebutan Taitei-chan), alih-alih ditempatkan sebagai unit tempur di garis depan.

Seharusnya Akitsushima juga mempunyai seorang adik bernama Chihaya, namun pembangunannya terhenti di tengah jalan dan material-materialnya dicopot serta kelak akan sering dipakai untuk memulihkan kondisi Akitsushima jika terluka di pertempuran.

Dua minggu setelah ia lahir, Akitsushima harus langsung terjun ke medan tempur dan dikirim ke Saipan (Kepulauan Mariana Utara, Filipina) dan Rabaul (Papua Nugini). Di Rabaul, ia pun memperlihatkan apa yang dicatat dalam sejarah sebagai "Akitsushima-style Battle Navigation". Dan itu adalah gaya bertempur yang mirip dengan aksi di film [Battleship], meskipun prinsip penggunaannya bukan untuk menyerang melainkan untuk melakukan penghindaran darurat dari kepungan banyak pesawat bomber.

Setelah invasi Amerika Serikat ke Guadalcanal, Akitsushima dipindahkan ke Kepulauan Shortland. Dua minggu setelahnya ia terluka parah akibat bom dari pesawat B-17E Flying Fortress dan harus dirawat selama lima bulan. Setelah pulih ia langsung dikirim ke Kavieng dan hanya sebentar di sana, ia melanjutkan perjalanan ke Jaluit Atoll (Kepulauan Marshall, Pasifik Tengah) pada Februari 1943. Empat bulan kemudian ia diperintahkan untuk segera berlayar ke Paramushir untuk membantu operasi evakuasi Pulau Kiska yang dekat dengan wilayah Rusia. Melihat aktivitasnya, Akitsushima menjadi salah satu kapal IJN yang paling luas cakupan area kerjanya karena melingkupi ujung-ujung di berbagai front pertempuran laut pasifik.


Ia juga ikut terlibat dalam pertempuran di Pulau Truk, dimana ia kembali terluka oleh serangan pesawat bomber Amerika Serikat di Operation Hailstone. Dan ia harus kembali ke Yokosuka untuk mendapat perawatan dan dilimpahi tanggung jawab ganda untuk menggantikan peran Akashi yang terpisah darinya dan gagal ia selamatkan di operasi tersebut. Agustus 1944, peran gandanya pun diresmikan setelah selesai diberikan fasilitas perbaikan kapal peninggalan Akashi.

Selama satu bulan setelahnya, Akitsushima pun segera berpindah-pindah ke empat tempat yang berbeda untuk memenuhi tanggung jawab barunya (Kure, Imari, Kaohsiung dan Manila). Pada tanggal 23 September 1944, ia menemui ajalnya di Teluk Coron oleh pesawat bomber Amerika Serikat pada saat ia sedang membantu Irako (yang juga tewas bersama-sama dengannya). Kini ia beristirahat dengan tenang di wilayah tersebut. Bahkan setelah kematiannya, Akitsushima masih bisa memberikan kita sebuah tempat wisata menyelam tingkat internasional dengan raganya yang telah berubah menjadi rumah bagi para satwa laut di sana.


#2. "MIZUHO"


Pertama kali diperkenalkan sebagai drop reward di event Summer 2015, gadis kapal yang namanya mengingatkan para admiral pada salah satu grup internasional dan raksasa Jepang yang bergerak di bidang industri keuangan (di Indonesia pun ada nama bank nya) berhasil menduduki peringkat kedua di bawah rekannya sendiri. Pesona wanita dewasa dan anggunnya mampu membuatnya meraup 126 vote atau 40,1% dari total suara yang masuk.

Walaupun di game nya sendiri Mizuho dikategorikan sebagai Seaplane Tender, sejarah mencatat bahwa ia lebih dikenal sebagai Seaplane Carrier. Lahir di Kobe pada tahun 1939, Mizuho sekilas memiliki desain yang mirip dengan Chitose. Namun dari segi jumlah pesawat dan Type A Ko Hyoteki yang mampu dibawa, Mizuho jauh lebih kuat daripada Chitose bersaudari. Mizuho hanya kalah dari segi kecepatan dan kelincahan karena mesinnya berupa mesin diesel, sementara keduanya memiliki mesin turbin.


Sepanjang hidupnya, Mizuho lebih banyak berpartisipasi dalam operasi yang bersifat invasi, menjadikannya sebagai salah satu Seaplane Carrier yang paling agresif daripada rekan-rekan sejenisnya. Misi pertamanya adalah invasi ke Palau pada Maret 1942, dimana ia tergabung dalam Legaspi Force (Fourth Surprise Attack Force) di bawah komando Admiral Takahashi. Di sana, pesawatnya dan pesawat Chitose berhasil melukai USS Pope dan kemudian dihabisi oleh kombinasi pesawat bomber dari Light Aircraft Carrier Ryuujou dan tembakan meriam Heavy Cruiser Ashigara dan Myouko.

Namun karirnya di Perang Dunia 2 Front Pasifik hanya berlangsung sebentar, karena dua bulan setelahnya ia tewas setelah terkena serangan torpedo kapal selam USS Drum, 74 kilometer di sebelah Timur Omaezaki (Shizuoka, Jepang).



#3. "CHITOSE"


Statusnya sebagai gadis kapal yang sudah eksis semenjak awal diluncurkannya game Kantai Collection, maupun keunikannya yang bisa diterapkan remodel sebanyak lima kali, sepertinya tidak dapat banyak membantunya bersaing dengan dua pendatang baru yang ada. Si kakak dari Chitose bersaudari ini hanya mampu meraih 96 vote atau 30,6% dari total suara yang masuk.

Chitose lahir pada November 1936 di Kure, dan bertugas untuk membawa pesawat tipe Kawanishi E7K Type 94 "Alf" dan Nakajima E8N Type 95 "Dave". Walaupun ia diperkirakan bisa membawa Type A Ko Hyoteki, namun tidak ada rekaman sejarah yang bisa membuktikannya. Alih-alih adiknya, Chiyoda, sudah terbukti mampu membawa dan meluncurkan torpedo unik tersebut. Sebagai Seaplane Carrier ia juga pernah terlibat dalam beberapa peristiwa penting seperti Battle of Midway, walaupun ia tidak bertempur pada operasi itu. Ia juga berperan penting dalam operasi pendaratan dan invasi ke Hindia Belanda dan Papua Nugini selama Januari-April 1942, membuka lembar sejarah pendudukan Kekaisaran Jepang di wilayah Asia Tenggara.

Setelah terluka parah di pertempuran Solomon, ia dibawa pulang ke Sasebo dan menjalani remodel untuk mengubahnya menjadi kapal pembawa pesawat ringan (Light Aircraft Carrier). Konversi nya memakan waktu hampir setahun, dan Chitose bertugas dengan peran barunya pada awal tahun 1944 di Carrier Division 3.


Chitose tewas pada peristiwa Battle of Leyte Gulf, oleh kombinasi pesawat bomber, meriam kapal penjelajah dan torpedo kapal perusak Sekutu. Berdasarkan rencana operasi tersebut, Armada Ozawa yang menampung Chitose di dalamnya memang dimaksudkan menjadi umpan bagi armada Sekutu. Oleh karena itu, jumlah pesawat yang ada sengaja diminimalisir untuk membuat armada Amerika terpancing pada Chitose dan memburunya serta menjauhi area pantai pendaratan Filipina. Ia benar-benar tewas setelah terkena torpedo dari pesawat milik USS Essex di Tanjung Engano. 903 kru nya ikut tewas tenggelam bersamanya, sementara 601 lainnya berhasil diselamatkan oleh Isuzu dan Shimotsuki.


#4. "CHIYODA"


Hasil yang tak begitu mengejutkan, atau mungkin sudah bisa diduga oleh para admiral? Meskipun ia termasuk salah satu dari beberapa gadis kapal yang memiliki 'tanki BBM' yang besar, Chiyoda hanya mampu meraih 69 vote atau 22% dari total suara yang masuk dan praktis membuatnya berada di posisi juru kunci di kategori ini.

Lahir pada hari yang sama dengan kakaknya, Chiyoda hampir selalu ada dimana pun kakaknya berada. Mulai sejak masa Perang Sino-Japanese Kedua sampai dengan Battle of Midway, mereka berdua selalu bertandem. Ia hanya dua kali tidak beroperasi bersama dengan Chitose. Pertama, pada saat invasi ke Hindia Belanda dan Papua Nugini (1942) karena ia masih harus menjalani latihan bersama di daratan utama. Kedua, pada saat operasi di Kepulauan Kiska dimana Chiyoda harus membantu Akitsushima. Setelah kekalahan di Midway yang menurunkan kekuatan tempur udara Kekaisaran Jepang di front Pasifik, Chitose dan Chiyoda mengalami konversi untuk menjadi kapal pembawa pesawat ringan.

Pada Maret 1944, setelah menjadi kapal pembawa pesawat ringan, Chiyoda dan kakaknya berturut-turut dikirim ke Saipan, Guam, Palau, Balikpapan, dan Davao untuk menghadang pasukan Amerika di Asia Tenggara. Chiyoda juga ikut terlibat dalam mempertahankan Kepulauan Mariana, dan juga dalam Battle of Philiphine Sea. Pertempuran terakhirnya adalah pada peristiwa Battle of Leyte Gulf, tepatnya di Teluk Engano, dimana ia tewas sedikit lebih terlambat daripada rekan-rekan sesama kapal pembawa pesawat dan juga kakaknya.

Di saat semua rekannya di armada inti sudah tewas, termasuk Zuikaku yang menjadi flagship Armada Ozawa, hanya Chiyoda yang masih bisa hidup walaupun sudah tak bisa bergerak. Battleship Hyuuga memutuskan mundur dari pertempuran untuk bisa menyelamatkan Chiyoda dengan cara menariknya, namun terganggu oleh rentetan meriam Cruiser dari Sekutu. Hyuuga pun segera memerintahkan Isuzu untuk segera menyelamatkan para kru Chiyoda, sembari menjadikan dirinya sendiri tameng. Namun, sampai tiga kali percobaan Isuzu tak dapat menyelamatkan satu pun kru Chiyoda karena gangguan dari para bomber di udara, Battleship Amerika di kejauhan, dan dari bawah laut (untuk spesialis AA dan kapal selam sepertinya, ini sangat membuatnya frustasi). Sampai ketika Kapten Jo Eichiro memerintahkan Isuzu untuk meninggalkan Chiyoda sebagai umpan terakhir, barulah Isuzu menurut untuk menyusul semua kapal yang sudah terlebih dulu meninggalkan area pertempuran.


Chiyoda merupakan satu-satunya kapal dari segala bangsa di dunia yang mencatat korban jiwa terbesar sepanjang sejarah pertempuran laut Perang Dunia 2 (atau bahkan sepanjang sejarah pertempuran laut umat manusia?), yaitu sebanyak 1470 jiwa atau semua kru nya tewas bersama dengan Chiyoda sampai titik darah terakhir. Fakta itu pun akan terukir dalam hati semua kru Isuzu, meninggalkan penyesalan yang amat mendalam di benak sang kapten, dan juga menjadi alasan utama kematiannya kelak di perairan Sumbawa setahun kemudian.

 --------------------------------------------------------------------------------------------

Nantikan juga hasil survei yang lainnya ya~!
Stay tuned~! ^_^

Thursday, 3 December 2015

Hasil Survei Popularitas Kanmusu (Per Fall 2015) - Kategori "Auxiliary Ship"

Pertama-tama, ucapan terima kasih layak blogger ucapkan kepada para partisipan survei popularitas kanmusu yang diadakan sejak awal bulan November 2015 sampai dengan pertengahan bulan yang sama pula. Berkat keikutsertaan kalian semua, survei kali ini mendapatkan suara yang cukup banyak dibandingkan dengan survei yang sama pada tahun lalu.

Survei ini pada dasarnya membagi semua kanmusu ke dalam 8 kategori besar: Destroyer, Light Cruiser (termasuk Training Cruiser dan Torpedo Cruiser), Heavy Cruiser (termasuk Aviation Cruiser), Battleship, Aircraft Carrier (baik Light, Standard, maupun Armored Aircraft Carrier dijadikan satu kategori), Submarine, Seaplane Tender, dan Auxilliary Ship.

Masing-masing kategori memiliki dua poin pertanyaan, dimana partisipan survei berhak memilih 2 atau 3 kelas kapal yang paling disukai dan juga berhak memilih (serta harus HANYA) 1 kanmusu dari masing-masing kelas yang dipilih di pertanyaan sebelumnya. Sedangkan, tiga kategori kanmusu terakhir yang disebutkan di atas yang memiliki sedikit kanmusu di dalamnya, hanya memiliki satu poin pertanyaan saja.

Oleh karena itu, jika partisipan tidak sengaja atau tidak memperhatikan atau tidak memahami arahan pertanyaan tersebut dan menjawab dua atau lebih nama kanmusu yang ada di kelas yang sama dalam satu kategori (misalnya, Sendai-class = Sendai, Naka, & Jintsuu), maka yang akan dimasukkan dalam perhitungan voting adalah nama pertama saja (dalam kasus di atas, Sendai saja yang masuk hitungan). Tentu saja, jika hanya menyebutkan satu nama kanmusu saja namun berulang-ulang kali sampai capslock anda jebol, tetap hanya terhitung 1 poin vote saja.

Satu catatan lagi, para kanmusu yang bisa dipilih di survei kali ini tidak memasukkan kapal-kapal baru yang menjadi clearing reward maupun special drop di event Fall 2015. Sehingga, kanmusu-kanmusu rilisan baru seperti Graf Zeppelin, Hagikaze, Arashi, dan Kashima tidak bisa dipilih oleh para partisipan.

Untuk postingan kali ini, hasil survei untuk kategori Auxiliary Ship akan menjadi pembuka dari serangkaian postingan berseri di blog ini sampai beberapa waktu ke depan. Pada kategori ini, satu partisipan berhak memilih hingga 2 nama kanmusu yang tersedia. Tanpa berpanjang kata lagi berikut adalah hasil survei popularitas para kanmusu yang ada di kategori ini.

--------------------------------------------------------------------------------------------

#1. SUBMARINE TENDER "TAIGEI"


Dengan total perolehan suara sebanyak 175 vote atau 53.8% dari total suara masuk, salah satu gadis kapal 'mitos' yang sering dicari-cari oleh para admiral di game Kantai Collection ini menempati urutan pertama di kategori ini.

Pertama kali terlahir sebagai Submarine Tender pada tahun 1934, tugas utama Taigei yang sering dipanggil sebagai 'Mama Paus' karena asal namanya ini adalah menjadi kapal pemimpin sekaligus pendukung para kapal selam dalam hal pasokan amunisi dan dilengkapi dengan fasilitas pesawat pengintai untuk membantu armada nya mengetahui lokasi musuh terlebih dahulu dari udara.

Setelah kesuksesan penyerangan Kekaisaran Jepang ke Pearl Harbor pada 7 Desember 1941, Taigei pun direncanakan untuk segera dikonversi menjadi Light Aircraft Carrier. Namun, karena adanya peristiwa Doolittle Raid di Tokyo pada 18 April 1942 sebagai balasan Amerika Serikat atas penyerangan tersebut, Taigei ikut mengalami kerusakan dan konversinya pun mengalami kemunduran.

Setelah dikonversi menjadi kapal pembawa pesawat ringan, namanya berubah menjadi Ryūhō (arti: Naga-Phoenix) dengan harapan bahwa dirinya akan membawa keberuntungan. Pertarungan terbesarnya terjadi di peristiwa First Battle of Philiphine Sea atau lebih dikenal sebagai tragedi Marianas Turkey Shoot pada 19 Juni 1944, dimana pada saat itu kekuatan tempur udara Kekaisaran Jepang jatuh secara signifikan setelah sebagian besar pilot veteran dan pesawat yang bagus tertembak jatuh. Ryuuhou sendiri lolos dari tragedi itu dengan sedikit kerusakan yang tak berarti.


Misi terakhirnya yang signifikan terjadi pada 31 Desember 1944 dimana ia harus membawa 58 pesawat Ohka Kamikaze yang dilatihnya sendiri untuk menyerang Amerika Serikat di Taiwan, dan di sana Ryūhō merupakan satu-satunya kapal pembawa pesawat dan harus memimpin penyerangan tersebut bersama lima kapal destroyer dan sembilan kapal tanker kosong yang juga harus dilindunginya sampai lolos ke Singapura dan Hindia Belanda sembari menyerang Taiwan. Dua belas TBF Avenger milik Amerika yang mengeroyoknya pun tetap tak mampu menenggelamkan Ryūhō pada saat itu. Sejak tahun 1945 itulah, Ryūhō resmi disebut sebagai kapal pembawa pesawat terakhir wilayah Kekaisaran Jepang yang berlayar ke luar wilayah perairan daratan utama.

Pada akhirnya Ryūhō harus pensiun dini dari statusnya sebagai kapal pembawa pesawat setelah pada 19 Maret 1945 dek penerbangannya rusak parah dan tak mampu diperbaiki lagi, oleh karena serangan pesawat di dekat pangkalan Kure, Hiroshima. Pertempuran terakhirnya terjadi di pangkalan yang sama, 24-28 Juli 1945 atau dua minggu sebelum kota itu dijatuhi bom atom, dimana ia masih bisa berperan sebagai kapal AAA (Anti-Air Artillery). Dan pada serangan udara masif Amerika Serikat tersebut pun, ia masih dapat dikatakan bisa bertahan hidup bersama dengan beberapa kapal lainnya seperti kapal tempur Haruna.

Meskipun kondisinya sebagai kapal masih dapat berlayar, ia sudah kehilangan flight deck dan hak bertempurnya karena kekalahan Kekaisaran Jepang di Perang Dunia 2. Pada 30 November 1945, namanya dihapus dari daftar militer serta ia pun menemui ajalnya setahun kemudian.


#2. REPAIR SHIP "AKASHI"


Meskipun perannya di game Kantai Collection sangat vital bagi para admiral, gadis kapal berambut pink yang cukup seksi dan menggoda iman ini (menurut beberapa fansnya) hanya mampu meraih urutan kedua dengan total perolehan suara sebanyak 142 vote atau 43.7% dari total suara masuk.

Lahir pada tahun 31 Juli 1939, Akashi merupakan bagian dari proyek spesial Kekaisaran Jepang untuk persiapan Perang Dunia 2, dimana di pundaknya terpikul tanggung jawab untuk memperbaiki 40% unit dari keseluruhan Armada Gabungan Kekaisaran Jepang. Oleh karenanya, Akashi dilengkapi dengan beberapa peralatan canggih dari Jerman dan 443 orang dari total 779 awak kapalnya terdiri dari para mekanik spesialis. Akashi mempunyai 17 segmen pabrik yang berbeda di dalam tubuhnya, dan semuanya memiliki tungku pemanas dan anvil-anvil yang kompleks; sebuah pabrik maha canggih di masanya dan bisa bergerak kemana pun. Kemampuannya untuk menghasilkan tenaga pun menyaingi kapal tempur legendaris Jepang, Yamato (4.8 Juta Watt), untuk menghidupkan mesin-mesinnya.


Namun, karena kemampuannya inilah Akashi yang tidak pernah didesain menjadi mesin pembunuh harus menjadi sasaran utama Amerika Serikat yang selalu direpotkan karena ia dapat memulihkan banyak rekannya secara efisien dan tak terpaku pada satu tempat saja. Selama Perang Dunia 2, Akashi banyak beroperasi di Pulau Truk dimana ia banyak memperbaiki kapal-kapal perang Kekaisaran Jepang yang rusak di perairan Filipina, Asia Tenggara, termasuk yang pernah ia perbaiki adalah Shoukaku (1942) dan Yamato (1943).

Begitu mengetahui itu, pada Februari 1944, Amerika langsung melancarkan Operation Hailstone ke Pulau Truk dan membuat Akashi harus melarikan diri ke Palau (wilayah sebelah utara Maluku). Namun, Akashi harus menerima takdir kematiannya sebulan kemudian terkena bombardir pesawat bomber dan roket dari Amerika Serikat yang sudah menunggunya berlayar menjauhi Palau. Ia tewas di perairan dangkal dengan bagian anjungannya masih berada di atas air, sampai sepuluh tahun kemudian jasadnya dibawa pulang ke Jepang dan dibesituakan.



#3. FLEET OILER "HAYASUI"


Sebagai salah satu kapal yang memiliki kemampuan multi-role (kapal suplai bahan bakar armada, tapi bisa membawa pesawat torpedo dan seaplane) serta branching rules yang unik (di 3-5 tentu saja, kan?), salah satu kapal yang masih tergolong sebagai pendatang baru di dunia game Kantai Collection ini hanya mampu meraih urutan ketiga dengan total perolehan suara 120 vote atau 36,9% dari total suara masuk.

Lahir pada 24 April 1944, Hayasui merupakan anak ketiga (atau seharusnya demikian) dari 11 bersaudari kelas Kazahaya. Seharusnya demikian, karena faktanya hanya Kazahaya dan Hayasui yang berhasil lahir. Pada masa ia lahir, Kekaisaran Jepang yang belajar dari pengalaman perang sebelumnya bahwa kekalahan di Battle of Midway adalah karena kurangnya kapal pengintai, membuat Hayasui memperoleh tambahan dan modifikasi supaya bisa membawa kapal pengintai (nantinya juga akan bisa membawa torpedo bomber). Dan belajar dari kejadian di Battle of Santa Cruz Islands, fungsi sebagai kapal suplai makanan pun juga dilimpahkan kepada Hayasui.


Umur Hayasui pun terbilang pendek. Hanya dua operasi militer murni yang ia ikuti selama hidupnya, yaitu Operation A di Tawi-Tawi (Mei 1944) dan Battle of Philiphine Sea (19-20 Juni 1944). Pada 19 Agustus 1944, Hayasui terkena dua torpedo dari kapal selam USS Bluefish di sebelah barat kota Vigan dan tewas di sana.


#4. AMPHIBIOUS ASSAULT SHIP "AKITSU MARU"
 

Statusnya sebagai kapal cheat untuk menyelesaikan beberapa map event musiman di game Kantai Collection ternyata tidak cukup mampu membantunya meraih jumlah suara yang signifikan, jika dibandingkan dengan ketiga pesaing lainnya di kategori ini. Akitsu Maru menempati urutan terakhir dengan total suara yang nyaris hanya setengahnya dari Hayasui, yaitu 62 vote atau 19,1% dari total suara yang masuk.

Akitsu Maru dulunya adalah kapal penumpang yang dikonversi menjadi kapal militer oleh Imperial Japanese Army (IJA atau semacam Angkatan Darat Jepang jaman dulu). Ia dilengkapi dengan dek penerbangan di atas lambungnya, namun tak mempunyai hangar. Oleh karena itu, pesawat-pesawatnya disimpan dibawah dek penerbangan palsu, di atas dek aslinya. Pesawat konvensional dapat terbang dari deknya, namun tak bisa mendarat karena keterbatasan panjang landasan dan mekanisme pendaratan yang tidak lengkap.

 

Hanya pesawat jenis Kokusai Ki-76 dan Kayaba Ka-1 yang bisa dibawanya. Pesawat pertama lebih kecil dan lebih lambat kecepatannya sehingga bisa mendarat di landasan pacu yang pendek, dan yang kedua adalah semacam autogyro yang bahkan dapat mendarat ke dek yang lebih pendek tanpa bantuan sama sekali. Ia juga mampu membawa 27 Daihatsu class landing craft.

Akitsu Maru awalnya direncanakan untuk memberikan bantuan tembakan perlindungan udara selama operasi pendaratan; membuatnya secara praktis menjadi sebuah feri berpesawat.

Pada 18 November 1943, Akitsu Maru, terkena torpedo saat akan memasuki Teluk Manila oleh kapal selam Amerika Crevalle (SS-291), dan yang bersangkutan dilaporkan tenggelam namun laporan itu adalah salah; Akitsu Maru masih hidup. Ia baru benar-benar tewas di tangan Queenfish (SS-393) pada 15 November 1944. Ada sekitar 2046 kru yang ikut terbunuh pada saat Akitsu Maru dijemput oleh sang maut.

 --------------------------------------------------------------------------------------------

Nantikan juga hasil survei yang lainnya ya~!
Stay tuned~! ^_^